Website Resmi Bappeda Purwakarta

Kamis, 17 April 2014

Sentuhan Rasibu Untuk Situ Buleud

Awalnya, sekumpulan mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Universitas Purwakarta hanya sering berdiskusi. Mereka bertukar pandangan tentang berbagai kebijakan pemerintah daerah. Tidak hanya lantang dalam mengkritik, kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Student Government (FSG) ini pun mengapresiasi  berbagai kebijakan pemerintah daerah yan meraka anggap sesuai dengan harapan masyarakat.

Penataan ulang tata ruang kota menjadi lebih indah, khas serta asri merupakan salah satu kebijakan pemerintah daerah yang mereka acungi jempol. Apalagi, saat melihat penataan ulang Situ Buleud menjadi lebih indah, dengan ornamen gapura Malati Sapasi, serta jogging track, telah menjadikan situ kebanggaan masyarakat Purwakarta itu menjadi salah satu ruang publik yang diminati warga.

Selengkapnya...
 

Pembangunan Pasar Rebo (Simpang)

Ada Sejak Pusat Pemerintahan Dialihkan. Pasar Rebo memiliki arti penitng bagi masyarakat Purwakarta. Salah satu alasan mengapa sebagian pedagang Pasar Rebo menolak dipindahkan ke Pasar Rebo Simpang, adalah karena mereka menilai Pasar Rebo memiliki nilai historis. Mereka tak sudi hengkang dari tempat yang sudah lama ditempatinya tersebut.

Hingga kini, Pasar Rebo menjadi tujuan warga Purwakarta untuk bertransaksi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hampir 24 jam setiap harinya, detak perekonomian di sini nyaris tak pernah padam. Sejak pukul 02.00, pasar yang konon posisinya kurang menguntungkan menurut ilmu feng shui ini (letak Pasar Rebo seperti tusuk sate, red) mulai menunjukkan denyutnya.

Selengkapnya...
 

Kenapa Marah-Marah Pada Patung Wayang

TIDAK berlebihan apabila bangsa ini dikatakan sedang sakit. Setiap hari yang bisa dilakukan sepertinya hanyalah marah-marah. Bahkan yang terakhir di Purwakarta, marah-marah dilampiaskan kepada patung wayang yang ada di kota tersebut. Ada apa dengan patung Bima, Gatotkaca, dan Semar? Kenapa tiba-tiba kita marah-marah kepada tokoh-tokoh wayang yang selama ini menjadi bagian penghiburan masyarakat? Bukankah selama ini mereka yang menjadi sosok yang mengajarkan kebajikan kepada masyarakat?
Kelompok yang merusak dan membakar patung-patung tokoh perwayangan itu berpendapat bahwa patung itu simbol yang bisa merusak keyakinan beragama. Sebuah alasan yang sulit bisa diterima oleh akal sehat. Mengapa kita katakan demikian? Karena wayang itulah yang dipakai oleh Walisanga ketika menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Para Wali menggunakan kultur yang sudah ada di tengah masyarakat untuk mengajarkan kebajikan, termasuk kebajikan agama.

Aneh jika lalu kita mengingkari kenyataan sejarah tadi. Bukankah sikap-sikap yang diperlihatkan kelompok masyarakat di Purwakarta itu sama dengan meremehkan arti apa yang dilakukan Walisanga dahulu? Apakah kita lalu meragukan ke-Islam-an dari para wali yang mengajarkan kita hakikat dari yang namanya beragama itu? Di sinilah pentingnya kehadiran seorang pemimpin, baik itu pemimpin umat maupun pemimpin negara. Mereka wajib untuk memberikan pencerahan kepada para pengikutnya, mencerdaskan rakyatnya.
Janganlah kita lalu menjadi bangsa yang berpikiran sempit. Bahkan lebih ironis menjadi bangsa yang tidak berbudaya. Tidak memahami akar budaya dan kemudian seakan terlepas dari sejarah keberadaannya. Arus besar yang terjadi sangat mudah membuat kita kehilangan akar. Apalagi kemudian muncul pihak-pihak yang memberikan pemikiran-pemikiran yang tidak cerdas dan akhirnya membuat rakyat kita kehilangan akal sehatnya.
Apa urusannya kita marah-marah kepada patung? Kenapa tiba-tiba kita kemudian merusak dan membakarnya? Sebuah tindakan yang akhirnya hanya menimbulkan ketakutan kepada masyarakat banyak, karena melihat orang-orang yang sepertinya gelap mata. Sekarang ini yang jauh lebih kita butuhkan adalah sikap kerja yang produktif. Bangsa ini membutuhkan rakyatnya yang mau bekerja keras, bukan rakyat yang mudah marah-marah. Kita tidak pernah akan mencapai kemajuan hanya dengan marah-marah.
Kalau hendak menjalankan kehidupan beragama yang baik, jalankanlah dengan kesungguhan. Jangan kita menjalankan agama dengan marah-marah, karena agama mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan melakukan kebajikan-kebajikan. Memang membangun kultur yang baik tidak bisa kita harapkan terjadi dengan sendirinya. Harus ada pendidikan yang terus menerus dilakukan untuk membuat orang memiliki sikap yang baik, memiliki kultur yang baik. Di sinilah kita mengharapkan kehadiran para pemimpin untuk memberitahukan mana itu kebaikan dan mana itu keburukan.
Kita harus mau mengakui bahwa reformasi justru membawa kita ke arah pembangunan kultur yang tidak baik. Kelemahan kepemimpinan yang terjadi dalam 13 tahun terakhir ini membuat masyarakat serba cair. Akibatnya mereka malah menjadi tidak terkontrol dan begitu mudah untuk menggunakan kekerasan. Keadaan yang kita hadapi sungguh sangat menakutkan. Kita melihat sekeliling kita begitu mudah orang untuk marah dan ketika sudah marah seperti tidak terkendali. Mereka tega untuk menyakiti yang lain, bahkan kalau perlu membunuh orang lain.
Kita tentu tidak bisa biarkan kondisi seperti ini terus terjadi. Harus ada upaya untuk mengembalikan masyarakat kepada ketertiban dan keamanan. Bahkan kita harus membuat kepatuhan itu bisa kembali dijalankan. Kita tidak tahu akan menjadi apa negeri kita ini apabila kekerasan yang begitu telanjang terus kita biarkan untuk dipertontonkan. Seakan-akan itulah kultur yang ada pada bangsa ini. Padahal bertahun-tahun kita sebagai bangsa yang ramah dan murah senyum. Ke mana semua hal-hal baik dari bangsa ini sekarang?

(Penulis: Suryopratomo, Metrotvnews.com)

Foto hanya ilustrasi, bukan bagian dari sumber berita

 
Ingat saya
You need Flash player 6+ and JavaScript enabled to view this video.

Pembangunan di Kab. Purwakarta yang paling menonjol saat ini :
 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini293
mod_vvisit_counterKemarin245
mod_vvisit_counterMinggu ini1311
mod_vvisit_counterMinggu lalu1682
mod_vvisit_counterBulan ini4932
mod_vvisit_counterBulan lalu11858
mod_vvisit_counterSemuanya185090

Ada: 105 pengunjung online
IP Anda: 23.23.2.137
 , 
Sekarang : 17 Apr, 2014
"Klik pada Kolam untuk memberi pakan Ikan"